Jumat, 05 Oktober 2012

Kebakaran Hutan


1.PENGERTIAN
Kebakaran hutan atau lahan adalah perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik dan atau hayatinya yang menyebabkan kurang berfungsinya hutan atau lahan dalam menunjang kehidupan yang berkelanjutan sebagai akibat dari penggunaan api yang tidak terkendali maupun faktor alam yang dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan atau lahan.

2. PENYEBABNYA di antaranya :
  1. Aktivitas manusia yang menggunakan api di kawasan hutan dan lahan sehingga menyebabkan bencana kebakaran
  2. Faktor alam yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
  3. Jenis tanaman yang sejenis dan memiliki titik bakar yang rendah serta hutan yang terdegradasi menyebabkan semakin rentan terhadap bencana kebakaran.
  4. Angin yang cukup besar dapat memicu dan mempercepat menjalarnya api.
  5. Topografi yang terjal semakin mempercepat dan merembetnya api dari bawah ke atas.
Kebakaran hutan dan lahan sebagian besar dipengaruhi oleh faktor manusia yang sengaja melakukan pembakaran dalam rangka penyiapan lahan. Di samping itu juga bisa terjadi kebakaran dalam rangka penyiapan lahan. Di samping itu juga bisa terjadi kebakaran akibat kelalaian, serta faktor alam. Kebakaran terjadi karena adanya bahan bakar, oksigen dan panas. Kerusakan lingkungan akibat kebakaran antara lain berupa hilangnya flora dan fauna serta terganggunya ekosistem. Bahkan dapat menyebabkan kerusakan sarana dan prasarana, pemukiman serta korban jiwa manusia. Dampak lebih lanjut akibat asap yang ditimbulkan pada kesehatan manusia terutama gangguan pernafasan serta gangguan aktivitas kehidupan sehari-hari antara lain terganggunya lalu lintas udara, air dan darat.

3. TANDA – TANDA

Gejala dan peringatan dini:
  • Adanya aktivitas manusia menggunakan api di kawasan hutan dan lahan.
  • Ditandai dengan adanya tumbuhan yang meranggas.
  • Kelembapan udara rendah
  • Kekeringan akibat musim kemarau yang panjang.
  • Peralihan musim menuju ke kemarau.
  • Meningkatnya migrasi satwa keluar habitatnya.
  •  Terjadinya akumulasi asap
    1.  adanaya titk api (hot spot)
     2. Meluasnya kobaran api di lokasi kebakaran
     3. Adanya loncata api dari permukaan membakar ranting ataupun tajuk, yang
    semakin besar.
4. WILAYAH YANG RENTAN BAHAYA
Contoh Kebakaran Hutan :
· Lokasi : Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Waktu : Tahun 2004
Penyebab : Pada tahun 1990-an mulai maraknya budaya tebang, kemas dan bakar. Budaya tersebut berkelanjutan hingga saat ini.
Akibat : Bandara tertutup asap, penyakit ISPA, roda perekonomian dan transportasi macet.
· Lokasi : Riau, Kalimantan Timur.
Waktu : 1982/1983 dan 1997/1998
Penyebab : Pada tahun 1990-an mulai maraknya budaya tebang, kemas dan baker. Budaya tersebut berkelanjutan hingga saat ini.
Akibat : Bandara tertutup asap, penyakit ISPA, roda perekonomian dan transportasi macet, kerugian material.
5.      PENANGGULANGAN BENCANA

ΓΌ  Informasi Pencegahan Dini.

Informasi pencegahan dini adalah informasi yang diberikan pada masyarakat sebelum terjadi bencana alam didaerah yang diperkirakan oleh BMG akan terjadi bencana.
Macam-macam kegiatan pokok pencegahan dini, antara lain :
  • Pembuatan & penyempurnaan peta rawan bencana.
  • pembuatan & pemasangan rambu-rambu peringatan, bahaya dan larangan dilokasi rawan bencana.
  • pemindahan masyarakat yang tinggal dilokasi rawan bencana ke daerah yang lebih aman.
  • penyuluhan dan peningkatan kewaspadaan masyarakat yang tinggal dilokasi rawan bencana.
  • Pembangunan/pendirian pos-pos siaga bencana.
C. Informasi Tindakan Pasca Bencana.
Adalah informasi yang diberikan oleh orang-orang yang mengetahui dampak bencana kepada sasaran masyarakat, agar masyarakat mengetahui tindakan pasca bencana.
A. Informasi Persiapan Menghadapi Bencana.
Adalah informasi yang diberikan pada masyarakat untuk menyiapkan diri sebelum terjadi bencana, serta usaha untuk menyelamatkan diri dan daftar barang-barang yang harus dibawa selama di pengungsian.
B. Informasi Ketika Terjadi Bencana.
Adalah informasi yang diberikan pada masyarakat oleh orang-orang yang mengerti bencana alam yang diberikan sesaat sebelum terjadinya bencana agar masyarakat dapat mengetahui seberapa bahayanya bencana itu, lalu menyelamatkan diri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar